Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Syarat Pencairan online BPJS Ketenagakerjaan selama Pandemi COVID-19



Dengan kondisi pandemi seperti saat ini, tetapi masih bisa melakukan pencairan BPJS online Ketenagakerjaan. 

Pencairan dana 10%, 30%, dan 100% tetap bisa dilakukan sesuai keinginan peserta BPJS. 

Meski beberapa ketentuan harus menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat, tapi beberapa poin tetap sama dan syarat ketentuan yang berlaku adalah sebagai berikut:

  1. Kartu peserta BPJS (asli dan fotokopi)
  2. KTP (asli dan fotokopi)
  3. Buku tabungan (asli dan fotokopi)
  4. Kartu Keluarga (asli dan fotokopi)
  5. Surat keterangan aktif bekerja dari pihak perusahaan yang menerangkan tentang pengajuan nilai klaim 10% atau 30% (asli)
  6. Mengisi formulir pengajuan klaim JHT (F5)
  7. NPWP untuk JHT di atas Rp50 juta
  8. Surat keterangan tidak ada tunggakan iuran JHT

Bagi peserta yang mengajukan pencairan dana perumahan sebesar 30%, wajib menyertakan :
  • Bukti pembayaran
  • Surat Penegasan Persetujuan penyediaan kredit
  • Standing instructions atau surat perintah penyaluran dana realisasi KPR dan
  • Akad kredit dari bank.

Khusus untuk pencairan dana 100%, wajib menyertakan : 
  • Paklaring atau surat keterangan berhenti bekerja.

Pencairan BPJS Ketenagakerjaan selama Pandemi Melalui Sistem Online

Proses pencairan BPJS online semakin dipermudah dengan adanya sistem online yang sudah disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. 

Dengan sistem ini, bisa mengajukan proses pencairan dari rumah untuk menghemat waktu antrian online BPJS dan mencegah kerumunan di kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Berikut ini cara pengajuan pencairan BPJS Ketenagakerjaan JHT dengan sistem online:

  1. Buka laman https://es.bpjsKetenagakerjaan.go.id/login/, lalu isi data yang diminta
  2. Masukkan kode verifikasi
  3. Unggah semua berkas dokumen yang disyaratkan
  4. Konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan akan diberikan lewat email dalam waktu 1×24 jam
  5. Peserta datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan membawa berkas dokumen asli dan keterangan konfirmasi dari email
  6. Pencairan BPJS Ketenagakerjaan JHT akan diproses selama 10 hari kerja

Selain pendaftaran melalui halaman website yang telah disediakan, para peserta juga bisa mengajukan pencairan BPJS Online melalui aplikasi Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) dan BPJSTK. 

Pastikan kamu sudah mempersiapkan semua berkas yang telah di-scan untuk memudahkan proses pengajuan melalui proses online lapak asik bpjs dan aplikasi telepon pintar.

Berikut ini cara pengajuan klaim melalui aplikasi BPJSTK:

  1. Unduh aplikasi BPJSTK di ponsel pintar
  2. Buka Aplikasi BPJSTK yang sudah diinstal
  3. BPJS Ketenagakerjaan Login. Jika belum memiliki akun, bisa mendaftar terlebih dahulu melalui kolom Daftar Pengguna
  4. Setelah masuk, pilih menu Klaim Saldo JHT
  5. Isi kolom informasi sesuai dengan data pribadi asli dan pilih Pengajuan Klaim
  6. Pilih jenis Klaim yang disediakan antara lain: Mencapai Usia Pensiun, Mengundurkan Diri, dan Pemutusan Hubungan Kerja.
  7. Masuk ke laman persyaratan, kamu bisa unggah semua dokumen yang telah di-scan
  8. Tunggu email konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan yang berisi kantor cabang dan tanggal untuk jadwal pencairan dana.

Namun pada saat pandemi, pihak BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan pilihan untuk tidak datang langsung ke kantor cabang dengan tetap mengisi data secara online dan akan diverifikasi oleh petugas. 

Hasil verifikasi akan diinformasikan melalui fitur Whatsapp, email, pesan singkat, dan telepon. Setelah proses verifikasi selesai, pencairan dana JHT akan langsung masuk ke rekening yang telah ditentukan sesuai tanggal yang dijadwalkan oleh petugas.

Post a Comment for "Syarat Pencairan online BPJS Ketenagakerjaan selama Pandemi COVID-19"