Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Manajemen Risiko dan Asuransi

 

Manajemen risiko dan asuransi memiliki ruang lingkup yang berbeda terkait fungsi, wewenang, dan kebijakannya terutama di sebuah perusahaan. 

Perbedaan manajemen risiko dan asuransi, diantaranya yaitu: 

1. Manajemen risiko

Manajemen risiko memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Lebih menekankan pada menemukan dan menganalisis risiko yang terjadi.
  • Bertugas untuk memberikan penilaian terhadap teknik atau cara menanggulangi risiko termasuk risiko itu sendiri.
  • Pelaksanaan programnya membutuhkan dan melibatkan kerjasama antara sejumlah individu dan bagian-bagian lainnya dari perusahaan.
  • Keputusan yang diambil di dalam manajemen risiko akan memberikan pengaruh cukup besar terhadap operasi perusahaan.

2. Asuransi

Asuransi memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Sebagai salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menanggulangi suatu risiko tertentu.
  • Bermanfaat dalam menangani seluruh proses pengalihan risiko.
  • Melibatkan sejumlah orang dan kegiatan-kegiatan yang lebih kecil.
  • Keputusan yang diambil pihak asuransi memiliki pengaruh yang lebih terbatas terhadap operasi perusahaan.

Berdasarkan perbedaan manajemen risiko dan asuransi di atas, keduanya memiliki kesinambungan untuk meminimalisir risiko. Asuransi bisa termasuk dalam bagian rencana manajemen risiko, begitu pula sebaliknya.

Selain itu, dengan menggunakan manfaat dari asuransi, kamu sudah melakukan upaya manajemen risiko. Sebab, berbagai risiko yang terjadi akibat peristiwa-peristiwa yang tak diinginkan sejatinya bisa diminimalisir dengan manajemen risiko yang baik, salah satunya seperti dengan memiliki asuransi.

Post a Comment for "Perbedaan Manajemen Risiko dan Asuransi"