Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Manfaat penulisan dan pembuatan Hipotesis dalam Penelitian

 


Dalam proses menyusun sekaligus membuat hipotesis menjadi hal yang penting untuk arti penelitian yang bersifat kuantitatif. 

Secara lebih rinci, berikut ini manfaat hipotesis dalam penelitian maupun dalam konteks lainnya, antara lain:

  1. Konsep penting dalam statistik, pengujian hipotesis adalah salah satu konsep terpenting dalam statistik karena ini adalah bagaimana peneliti memutuskan apakah sesuatu benar-benar terjadi, atau jika perlakuan tertentu diberikan dapat memiliki efek positif, atau berbagai kemungkinan lainnya. Peneliti ingin membuktikan apakah datanya signifikan secara statistik dan tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Intinya, uji hipotesis adalah uji signifikansi.
  2. Sebagai kerangka analisis,teknik analisis data dalam penelitian bertujuan untuk memeriksa segala bentuk kegiatan yang akan dilakukan yang menjadi acuan adalah hipotesis yang diangkat. 
  3. Sebelum memulai penelitian, hal yang paling penting dilakukan adalah membuat kerangkanya terlebih dahulu.Kerangka pemikiran analisis memberikan penjabaran secara garis besar bagian-bagian mana saja yang ingin diteliti terlebih dahulu, sehingga hal tersebut memudahkan peneliti untuk melakukan hipotesis. 
  4. Pemikiran yang kreatif, dengan melakukan penelitian akana membuat hipotesis menyatukan pemikiran yang lebih kreatif. Saat ini yang dibutuhkan oleh semua orang adalah pemikiran yang kreatif daripada yang luas. Melalui pemikiran yang kreatif, akan banyak bermunculan ide-ide baru yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain, sehingga kita bisa menjadi pelopornya.
  5. Melaporkan kesimpulan, hipotesis juga bermanfaat dalam penelitian sebagai langkah untuk melaporkan kesimpulan. Arti kesimpulan diperoleh setelah melewati rangkaian panjang penelitian secara lebih detail dan rinci. Untuk memperoleh kesimpulan yang akurat dibutuhkan ketelitian dan fakta yang terjadi berdasarkan penelitian, sebab hasil dari penelitian tersebut akan diangkat menjadi fakta dan bukan lagi hipotesis yang berarti hanya jawaban sementara sebelum melakukan penelitian.
  6. Pekerjaan lebih terstruktur, hipotesis dapat menjadikan pekerjaan menjadi lebih terstruktur, sehingga memudahkan peneliti untuk melakukan poin-poin teratas terlebih dahulu baru kemudian poin-poin di bawahnya. Selain lebih terstruktur, pekerjaan juga lebih rapi dan aman dilakukan. Itulah sebabnya banyak orang yang membuat hipotesis terlebih dahulu baru kemudian melakukan penelitiannya. 
  7. Memperluas pengetahuan, hipotesis bermanfaat untuk memperluas ilmu pengetahuan. Melalui ilmu pengetahuan kita dapat melihat sisi kehidupan yang baik dan buruk. Ilmu pengetahuan menjadi hal yang penting, hingga untuk melamar suatu pekerjaan di perusahaan saja berbekal dengan ijazah yang harus kita miliki. Memperluas ilmu pengetahuan memang tidak harus di bangku sekolah.Kita dapat memperoleh ilmu pengetahuan dari mana saja. 
  8. Kesinambungan antara teori dan praktek, teori dan praktek merupakan dua hal yang saling berkaitan antara satu dan yang lainnya. Teori lebih banyak membahas tentang suatu masalah kemudian solusi dari masalah itu. Teori lebih banyak didasarkan pada kata-kata dan bisa saja suatu teori salah ketika dilakukan pada prakteknya. Adapun istilah praktek sendiri mengacu pada kegiatan yang dilakukan secara nyata berdasarkan teori yang ingin di praktekkan. 
  9. Adanya batasan dari penelitian, penelitian suatu rumusan masalah harus mempunyai batasan yang jelas. Batasan yang dibuat di latar belakangi oleh berbagai macam hal seperti jumlah peneliti yang ada dan anggaran dana yang tersedia. Batasan dari penelitian setidaknya bisa membuktikan kesinambungan antara teori dan praktek yang ada. Batasan penelitian juga berguna untuk menunjukkan bahwa penelitian telah berhenti sampai di masalah yang dibahas dan apabila ada peneliti lain yang ingin melanjutkan maka bisa melakukannya dibatas yang ditinggalkan sebelumnya. Sehingga ini lebih jelas dan memudahkan bagi yang lain.
  10. Memastikan semuanya dari awal terlaporkan dengan baik, maka hipotesis bermanfaat untuk melaporkan setiap kerangka analisis yang dibuat. Melalui laporan yang baik maka bisa ditarik kesimpulan yang baik dan sesuai dengan fakta yang ada. Itulah sebabnya sebagian orang sangat mematangkan setiap hipotesis yang akan dilakukan dan juga pelaporan yang dibuat. Setiap kejadian yang diperoleh dari penelitian harus dicatat dengan baik dan sesuai faktanya, sehingga tugas para peneliti ialah melaporkan setiap hal yang terjadi sesuai dengan fakta yang ada.
  11. Untuk pengujian, hipotesis bermanfaat dalam pengujian untuk mendapatkan hasil yang akurat. Sebelum pengujian dilakukan harus melakukan serangkaian persiapan yang baik bagi setiap peneliti. Dalam penelitian dibutuhkan alat-alat yang lengkap sesuai dengan tempat dan wacana yang akan diteliti. Setelah diteliti, barulah kemudian dibaca teori yang berkaitan antara satu dengan yang lainnya.
  12. Setelah mantap dengan teori tersebut berlanjut ke pengujian. Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh kesimpulan yang tepat, sebab pengujian dilakukan berdasarkan pada teori terlebih dahulu.
  13. Setelah melakukan pengujian, hasil yang diperoleh bisa ada dua kemungkinan yaitu sama dengan hipotesis atau berbeda dengan hipotesis.
  14. Apabila sama maka tidak ada masalah dan menjadi bagian yang sesuai antara teori dan faktanya. Sedangkan apabila hasilnya tidak sama maka yang terjadi ialah perbedaan yang harus segera diubah agar sama antara teori dan prakteknya yang ada.
  15. Penjelasan sementara, hipotesis bersifat sementara atau bisa dikatakan belum ada hasil yang pasti, sehingga dibutuhkan langkah selanjutnya untuk memperoleh hasil yang pasti. Dan penelitian bisa menjadi jawaban yang pasti untuk membuat kesinambungan antara fakta dan teori yang ada dan hasil penelitian yang dilakukan memang harus dapat dipertanggungjawabkan terutama untuk waktu yang lama sebab ini tentu akan banyak dijadikan landasan oleh semua orang.
  16. Merumuskan gagasan sementara dalam pengaturan bisnis bukan hanya dalam penelitian, tapi dalam ilmu kewirausahaan, hipotesis digunakan untuk merumuskan gagasan sementara dalam pengaturan bisnis. Hipotesis yang dirumuskan kemudian dievaluasi di mana salah satu hipotesis terbukti “benar” atau “salah” melalui eksperimen berorientasi verifikasi atau falsifiability.

Nah, itulah artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkaitan dengan manfaat penulisan dan pembuatan hipotesis dalam penelitian.

Semoga memberi edukasi serta referensi untuk semua kalangan, serta jangan lupa untuk baca artikel lainnya di materipedia.com

Post a Comment for "Manfaat penulisan dan pembuatan Hipotesis dalam Penelitian"