Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keuntungan dan Kerugian pada Asuransi

 

Prinsip dasar asuransi syariah adalah berbagi keuntungan dan juga kerugian. Diharapkan asuransi tidak mencari keuntungan komersial yang membebani pihak satu dan menyenangkan pihak lainnya. 

Dalam hal ini, konsep asuransi yang bisa dikatakan memikul keuntungan dan kerugian bersama adalah jika salah satu nasabah asuransi terkena musibah, maka klaim asuransi untuk ganti rugi didapat dari nasabah lainnya. 

Begitu juga jika ada keuntungan yang didapat dari salah satu pihak, maka akan menguntungkan pihak lain juga.

Untuk lebih meyakinkan produk asuransi syariah merupakan investasi yang halal, maka akad yang berlaku pada asuransi syariah juga berlandaskan pada akad syariah, yaitu:

  • Akad Tijarah adalah bentuk akad yang ditujukan untuk kepentingan komersial yaitu mudharabah. Investasi dengan akad ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dari premi yang dibayarkan oleh nasabah.
  • Akad Tabarru’ adalah akad yang dilakukan untuk tujuan tolong menolong. Misalkan dana premi yang terkumpul akan dihibahkan dan dikelola oleh perusahaan asuransi.
  • Akad Wakalah bil ujrah merupakan akad untuk memberikan kuasa pada perusahaan asuransi dengan imbalan pemberian ujrah. Perusahaan asuransi bertindak sebagai wakil yang mengelola dana sehingga perusahaan tidak menanggung resiko dari kerugian yang didapatkan dari investasi.

Post a Comment for "Keuntungan dan Kerugian pada Asuransi"