Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Karakteristik Perusahaan Dagang



Perusahaan dagang memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Karakteristik inilah yang membedakan perusahaan ini dengan perusahaan manufaktur. Ini dia karakteristik yang dimaksud:

1. Membeli dan Menjual Produk tanpa Mengolah

Karakteristik yang pertama adalah membeli dan menjual produk tanpa mengolah atau mengubahnya. Sedangkan perusahaan manufaktur sebaliknya yaitu membuat produk dari bahan baku, bahan setengah jadi, produk jadi lalu menjualnya kepada konsumen.

2. Pendapatan Utama Murni Dari Penjualan

Karakteristik yang kedua adalah pendapatan utama perusahaan murni dari penjualan produk. Karena perusahaan tidak perlu mempersiapkan mesin operasional dan bahan baku yang jika bagi perusahaan manufaktur bisa menjadi tambahan pendapatan.

Jika penjualan menurun maka otomatis pendapatan dari perusahaan juga berkurang. Sebaliknya jika penjualan meningkat, maka profit atau laba yang didapatkan juga jauh lebih besar.

Jika Dilihat dari karakteristik ini tentu penjualan merupakan hal penting yang harus diupayakan untuk terus meningkat. Artinya segala manajemen penjualan harus diarahkan sebisa mungkin agar bisa menaikkan omzet Penjualan.

3. Modal Berasal Dari Harga Pokok Produk Terjual

Modal usaha untuk jenis perusahaan ini didapatkan dari harga pokok produk yang sudah Terjual. Misal harga pokok produk Rp2.000.000, perusahaan berhasil menjualnya Rp3.000.000, berarti modal usahanya adalah Rp2.000.000. Sedangkan sisa Rp1.000.000 adalah profit atau laba.

Karena alasan inilah, jika produk tidak segera terjual berarti modal mandek di situ. Sehingga harus dicarikan alternatif untuk menutupi kredit maupun kas perusahaan yang menipis.

Konsekuensi usaha dagang yang tidak lagi mampu menjual produk sesuai targetnya, tentu perusahaan bisa mengalami kolaps bahkan bangkrut. Karena yang jelas tidak lagi ada pemasukan dari segi profit, dan tidak ada uang pokok yang kembali sebagai modal.

4. Sebagai Perantara antara Produsen dengan Konsumen

Karakteristik yang selanjutnya adalah perusahaan dagang berfungsi sebagai perantara antara produsen dengan konsumen, yang mana produsen akan mengeluarkan barang sedangkan usaha dagang membelinya lalu menjual kembali kepada masyarakat.

Dengan adanya karakteristik ini tentu konsumen tidak perlu membeli langsung dari produsen, karena sudah ada perusahaan yang siap melayani segala macam pembelian produk.

5. Tidak Terjadi Perubahan Barang Dibeli dan Dijual

Karakteristik atau ciri-ciri yang selanjutnya adalah tidak terjadi perubahan antara barang yang dibeli dan yang dijual. Karena perusahaan ini memang tidak melakukan pengolahan untuk meningkatkan daya jual produk.

Itu artinya produk yang dibeli dari produsen dan yang dijual kepada konsumen bentuk dan nilainya tetap seperti saat baru dibeli. Maka dari itu, bentuk kemasan, manfaat produk, variasi rasa dan yang lainnya bukan wewenang dari perusahaan ini melainkan produsen.

6. Laba Didapatkan Dengan Cara Menjual Produk Lebih Tinggi dari Harga Beli

Ciri-ciri yang terakhir dari usaha  dagang adalah mendapatkan laba dengan cara menjual produk dengan harga lebih tinggi dari harga beli. Misal, jika harga belinya Rp 500.000, maka perusahaan ini akan menjual kembali dengan harga Rp600.000.

Dari kalkulasi di atas, maka terdapat selisih angka Rp100.000. Selisih inilah yang menjadi pendapatan atau laba perusahaan dagang.

Post a Comment for "Karakteristik Perusahaan Dagang"