Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tinjauan Historis Munasabah Al -Qur’an



Susunan turunnya ayat-ayat al-Qur’an berdasarkan sejarah turunnya kepada Nabi Saw. berbeda dengan susunan ayat-ayat al-Qur’an dalam mushaf Utsmani. Ayat yang mula-mula turun berdasarkan sejarah adalah lima ayat awal al-‘Alaq, sedangkan berdasarkan susunan surat mushaf Utsmani, ayat-ayat yang pertama adalah ayat-ayat yang termaktub dalam surat al-Fatihah.

Sedangkan ayat yang terakhir turun adalah ayat 281 surat al-Baqarah, namun yang tercatat dalam mushaf justru surat an-Nas. Peralihan susunan dari tertib nuzul kepada tertib mushaf adalah suatu rahasia yang harus diperhatikan. Proses peralihan itu menekan waktu 22 tahun lebih (Rafi Musthafa Shadiq; 1973, 34).

Dan usaha ini berakhir pada kajian munasabah. Oleh karena itu, sejarah munasabah tidak dapat dilepaskan dari sejarah awal turunnya ayat pertama. Wacana tentang munasabah telah menjadi perbincangan ahli tafsir semenjak masa awal. 

Pada abad ke-4 H. muncul Abu Bakr al-Nisaburi ( 309 H.) yang mengintrodusir pengungkapan keserasian antara satu ayat dengan ayat yang lain satu surat dengan surat yang lain berdasarkan urutan dalam mushaf. Sarjana berikutnya, Fakhr al-Din al-Razi ( 606 H.) dalam karya tafsirnya al-Tafsir al-Kabir, Abu ja’far ibn Zubayr ( 708 H.) dan penulis ensiklopedi munasabah dalam tafsir, Ibrahim al-Biqa’i ( 885 H.).

Post a Comment for "Tinjauan Historis Munasabah Al -Qur’an"