Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Peran dan Fungsi BMT



Lembaga keuangan syariah (BMT) merupakan usaha pengumpulan dana dan penyaluran dana komersial. Usaha-usaha tersebut tidak bisa dipisahkan dari BMT sebagai lembaga pendukung kegiatan ekonomi masyarakat kecil dengan berlandaskan syari’ah. Sehingga, keberadaan BMT diharapkan mampu mengatasi masalah ini lewat kebutuhan-kebutuhan masyarakat.

BMT sebagai salah satu lembaga keuangan syariah non bank yang mempunyai peran penting dalam meningkatkan produktivitas masyarakat dengan menawarkan berbagai macam produk pembiayaan dengan prinsip bagi hasil baik secara mudharabah maupun musyarakah kepada masyarakat.

Menurut Sudarsono (2004: 104) keberadaan BMT setidaknya harus memiliki beberapa peran sebagai berikut:
  • Menjauhkan masyarakat dari praktik ekonomi non-syariah, aktif melakukan sosialisasi di tengah masyarakat tentang arti pentingnya sistem ekonomi Islam. 
  • Melakukan pembinaan dan pendanaan usaha kecil. 
  • Melepaskan ketergantungan pada rentenir. 
  • Menjaga keadilan ekonomi masyarakat dengan distribusi yang merata. 
Menurut Ridwan, dalam perekonomian Bait al-Mâl wa at-Tamwil (BMT) harus mampu berfungsi:
  • Mengidentifikasi, memobilisasi, mengorganisasi, mendorong, dan mengembangkan potensi serta kemampuan potensi ekonomi anggota, kelompok anggota muamalat (pokusma) dan daerah kerjanya.
  • Meningkatkan kualitas SDM anggota pokusma menjadi lebih profesional dan Islami sehingga semakin utuh dan tangguh dalam menghadapi persaingan global.
  • Menggalang dan memobilisasi potensi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota.
  • Menjadi perantara keuangan (financial intermediary), antara agniya sebagai makhluk shahibul mâl dan dhuafa sebagai mudharib, terutama untuk dana-dana sosial seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, hibah.
  • Menjadi perantara keuangan (financial intermediary), pemilik dana (shahibul mâl), baik sebagai pemodal maupun penyimpan dengan pengguna dana (mudharib) untuk mengembangkan usaha produktif (Ridwan, 2004: 131).
BMT bersifat terbuka, independen, tidak partisan, berorientasi pada pengembangan tabungan dan pembiayaan untuk mendukung bisnis ekonomi yang produktif bagi anggota dan kesejahteraan sosial masyarakat sekitar, terutama usaha mikro dan fakir miskin. Fungsi BMT untuk masyarakat adalah:
  1. Meningkatkan kualitas SDM anggota, pengurus dan pengelola menjadi lebih profesional, salâm ( selamat, damai dan sejahtera), dan amanah sehingga semakin utuh dan tangguh dalam berjuang dan berusaha (beribadah) menghadapi tantangan global.  
  2. Mengorganisir dan memobilisasi dana sehingga dan yang dimiliki masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal di dalam dan di luar organisasi untuk kepentingan rakyat banyak.
  3. Mengembangkan kesempatan kerja
  4. Mengukuhkan dan meningkatkan kualitas usaha dan pasar produk-produk anggota.
  5. Memperkuat dan dan meningkatkan kualitas lembaga-lembaga ekonomi dan sosial masyarakat banyak (Al-Arif, 2012: 325).

Post a Comment for "Peran dan Fungsi BMT"