Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Qawaid Al-Tafsir



Dalam bahasa Arab, kaidah-kaidah tafsir dikenal dengan istilah Qawa’id al-tafsir. Qawaid al tafsir merupakan kata majemuk; terdiri dari kata qawaid dan kata tafsir. Qawaid, secara etimologis, merupakan bentuk jamak dari kata kaidah atau kaidah dalam bahasa Indonesia. Kata qa’idah sendiri, secara semantik, berarti asas, dasar, pedoman, atau prinsip (Usman, 2009: 239).

Adapun Kata tafsir diambil dari kata fassara – yufassiru – tafsiran yang berarti keterangan atau uraian. Kamus Munawwir h. 1055  Tafsir memiliki makna menjelaskan (al-idhah), menerangkan (al-tibyan), menampakkan (al-izhar), menyibak atau mengungkapkan (al-kasyf), dan merinci (al-tafshil) (Amin, 2013: 309).

Secara istilah, beberapa ulama mengemukakan redaksi yang berbeda-beda. Menurut Az-Zarkasyi, tafsir adalah “ilmu yang digunakan untuk memahami dan menjelaskan makna-makna kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW serta menyimpulkan kandungan hukum dan hikmahNya.”.

Sedangkan menurut  Syaikh Az-Zarqani, tafsir adalah “suatu ilmu yang membahas perihal Al-Qur’an dari segi dalalahnya sesuai maksud Allah ta’ala berdasar kadar kemampuan manusia.” Tafsir merupakan keterangan atau penjelasan mengenai makna-makna al-Qur’an sebagai wahyu Allah.

Orang yang hendak menafsirkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, lebih dahulu harus tahu dan memahami beberapa kaidah-kaidah yang erat kaitannya dengan pemahaman makna kalimat yang hendak ditafsirkan.

Ada beberapa macam Qawaid Tafsir, seperti :

1. Mantuq dan Mafhum
  • Mantuq adalah makna yang ditunjukkan oleh lafaz dalam pembicaraan atau penuturan.
  • Mafhum adalah makna yang dipahami bukan dari pembicaraan.

2. ‘Am dan Khash
  • Am adalah lafadz yang memberi pengertian umum yang mencakup segala sesuatu yang
  • termasuk dalam lingkungannya tanpa ada batasan dalam jumlah maupun dalam bilangan.
  • Khash adalah lafaz yang menunjuk kepada pengertian tertentu.

3. Mutlaq dan Muqayyad
  • Mutlaq adalah nas yang menunjuk kepada satu pengertian saja dengan tiada kaitannya pada ayat lain.
  • Muqayyad adalah nas yang menunjuk kepada satu pengertian, akan tetapi pengertian tersebut harus dikaitkan kepada adanya pengertian yang diberikan oleh ayat nas yang lain.
  • Mujmal adalah ayat yang menunjukkan kepada suatu pengertian yang tidak terang dan
  • tidak rinci, atau dapat juga dikatakan sebagai suatu lafaz yang memerlukan penafsiran yang lebih jelas.
  • Mubayyan adalah suatu ayat yang diperoleh pada ayat yang lain.

5. Muhkam dan Mutasyabih
  • Muhkam adalah nas yang tidak memberikan keraguan lagi tentang apa yang
  • dimaksudkannya (nas yang sudah memberikan pengertian yang pasti).
  • Mutasyabih adalah nas yang mengandung pengertian yang samar-samar dan
  • mempunyai kemungkinan beberapa arti.

Post a Comment for "Pengertian Qawaid Al-Tafsir"