Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Investasi Syariah


Pengertian dan Dasar Hukum Investasi Syariah 

Investasi syariah merupakan salah satu jenis investasi yang  saat ini mulai  banyak diminati masyarakat. Sebab, jenis investasi ini dianggap lebih terpercaya dan juga amanah dalam menjalankan prosesnya.

Di negara Indonesia khususnya karena mayoritas masyarakatnya muslim maka banyak orang-orang yang minat untuk melakukan investasi ini. Sehingga dengan adanya investasi syariah ini.. lembaga keuangan OJK pun saat ini sangatlah mudah ditemui. Lantas apa investasi syariah itu dan bagaimana cara berinvestasinya? Mari kita simak artikel dari materipedia.com ini yuk!

Pengertian Investasi Syariah

Pada dasarnya sama seperti pengertian investasi umumnya, yakni investasi syariah merupakan suatu konsep pengelolaan uang dengan cara yang efektif dan dapat menghasilkan profit. Namun, terdapat perbedaan dengan investasi lainnya dikarenakan dalam investasi syariah konsep-konsep yang diterapkan dalam instrumen keuangannya berdasarkan syariah islam. Prinsip hukum  syariah dari operasional investasi syariah di Indonesia menggunakan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) yang dinaungi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dasar Hukum Investasi Syariah 

Dalam menjalankan investasi berbasis syariah agar selaras dengan pedoman dan ajaran bermuamalah dalam islam, maka yang menjadi dasar hukum investasi syariah lebih lanjut diperinci dalam fatwa DSN MUI. Berdasarkan data pada fatwa DSN MUI, berikut beberapa fatwa mengenai investasi syariah:

  • Fatwa No.20/DSN-MUI/IX/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksadana Syariah
  • Fatwa No.32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah
  • Fatwa No.33/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah Mudharabah
  • Fatwa No.40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal
  • Fatwa No.41/DSN-MUI/III/2003 tentang Obligasi Syariah Ijarah
  • Fatwa No.59/DSN-MUI/V/2007 tentang Obligasi Syariah Mudharabah Konversi
  • Fatwa No.65/DSN-MUI/III/2008 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) Syariah
  • Fatwa No.66/DSN-MUI/VI/2008 tentang Waran Syariah 
  • Fatwa No.69/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)
  • Fatwa No.71/DSN-MUI/VI/2008 tentang Sale and Lease Back
  • Fatwa No.72/DSN-MUI/VI/2008 tentang SBSN Ijarah Sale and Lease Back
  • Fatwa No.76/DSN-MUI/VI/2010 tentang SBSN Ijarah Asset To Be Leased
  • Fatwa No.80/DSN-MUI/III/2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar reguler Bursa Efek

Fatwa-fatwa tersebut dibentuk agar masyarakat mempraktikan investasi berbasis syariah dengan memperhatikan nilai-nilai keislamannya. Sehingga para investor pun dapat banyak memiliki manfaat yang baik dari investasi yang dilakukannya.

Post a Comment for "Pengertian Investasi Syariah"