Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Objek Kajian ‘Ulumul Al-Qur’an



Mayoritas ulama berpendapat bahwa objek kajian ‘ulum al-Qur’an yang mencakup berbagai segi dari al-Qur’an berkisar di antara ilmu bahasa Arab (al-lughah al-‘Arabiyah) dan pokok agama (ushul al-din), karena yang dibahas dalam ‘ulum al-Qur’an adalah ilmu yang membicarakan al-Qur’an sebagai i‘jaz dan hidayah. 

Dalam pembahasan al-Qur’an sebagai mukjizat, tercakup berbagai cabang ilmu bahasa seperti ‘ilm al-i‘rab, ‘ilmu al-qira'at, ‘ilm al-nahwi, ‘ilm al- sharf, ‘ilm al-badi‘, ‘ilm al-ma‘ani, ‘ilm al-bayan, ‘ilmu adab al-nushush, ‘ilmu majaz al-Qur’an, ‘ilm gharib al-Qur’an, dan ‘ilmu al-muhkam wa al-mutasyabih.

Menurut Quraish Shihab, pembelajaran Al-Qur’an dan Ilmunya di Indonesia pada tahun 90-an mempunyai kelemahan yang tidak memberikan keleluasaan peserta didik dalam mendalami al-Qur’an secara komprehensif. Sehingga perlu adanya metode-metode baru pembelajaran al-Qur’an dan ilmunya yang mampu menggiring peserta didik untuk lebih bisa berkarya dan menemukan sesuatu yang baru dalam kajian al-Qur’an dan ilmunya (Shihab, 1992:180-182).

Al-Qur’an pada dasarnya dapat diketahui dengan dua cara, yaitu  dengan  jalan  naql  dan  dengan   jalan   ‘aql.   Dari   dua   cara   ini,   maka   ruang lingkup ‘ulum al-Qur’an dibagi menjadi dua, yaitu:
  1. Ilmu yang berhubungan dengan riwayat, yaitu ilmu yang pendekatannya berdasarkan riwayat dari Rasulullah, sahabat, dan tabi‘in. Ilmu semacam ini, antara lain adalah ilmu tentang qiraat (bacaan), tempat turun ayat, sebab, waktu, sebab turunnya, dan yang semisalnya.
  2. Ilmu yang berhubungan dengan dirayah, yaitu ilmu yang diperoleh dengan jalan penelaahan secara mendalam. Ilmu semacam ini, antara lain adalah makna ayat yang berhubungan dengan hukum, sosial, psikologi, dan lain- lain (Ashidiqy, 2000: 102).

Hasbi  Ash  Shiddieqy  mengulas  secara  garis  besar   mengenai  pokok-pokok, yaitu:

  • ‘Ilmu  mawathin  al-nuzul,  yaitu   ilmu   yang   menerangkan   dan menjelaskan masa turun ayat, musim, awal, dan akhirnya.
  • ‘Ilm tarikh al-nuzul, yaitu ilmu yang menerangkan dan menjelaskan masa turun ayat dan tertib turunnya satu demi satu, dari awal turun hingga akhirnya, dan tertib surat dengan sempurna.
  • ‘Ilm asbab al-nuzul, yaitu ilmu yang menerangkan sebab-sebab turunnya ayat.
  • ‘Ilm   al-qiraat,   yaitu   ilmu   yang   menerangkan    macam-macam   qira’ah yang diterima Rasulullah.
  • ‘Ilm   al-tajwid,   yaitu   ilmu   yang    menerangkan    cara    membaca, tempat mulai dan berhentinya; dan lain-lain yang berhubungan dengan itu.
  • ‘Ilm gharib al-Qur’an, yaitu ilmu yang menerangkan kata-kata yang ganjil dan tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. Ilmu ini menerangkan makna kata-kata yang halus, tinggi, dan pelik.
  • ‘Ilmu   i‘rab   al-Qur’an,   yaitu    ilmu    yang    menerangkan    baris  al-Qur’an dan kedudukan lafal dalam ta‘bir (susunan kalimat).
  • ‘Ilmu   al-wujuh   wa   al-nadhair,   yaitu   ilmu   yang   menerangkan kata-kata al-Qur’an yang memiliki banyak arti, menerangkan makna yang dimaksud pada satu tempat.
  • ‘Ilmu ma‘rifat al-muhkam wa al-mutasyabih, yaitu ilmu yang menerangkan ayat-ayat yang dipandang muhkam dan mutasyabih.
  • ‘Ilm al-nasikh wa al-mansukh, yaitu ilmu yang menerangkan ayat-ayat yang dianggap nasikh dan mansukh oleh sebagian ahli tafsir.
  • ‘Ilmu bada’i‘ al-Qur’an, yaitu ilmu yang menerangkan keindahan-keindahan susunan bahasa al-Qur’an.
  • ‘Ilmu i‘jaz al-Qur’an, yaitu ilmu yang menerangkan kekuatan susunan lafal al- Qur’an yang memiliki nilai mukjizat, dapat melemahkan ahli bahasa.
  • ‘Ilmu tanasub al-ayat wa al-suwar, yaitu ilmu yang menerangkan persesuaian antara satu ayat dan surat, baik ayat dan surat yang ada di muka maupun yang ada di belakang.
  • ‘Ilm aqsam al-Qur’an, yaitu ilmu yang menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah Allah yang terdapat dalam al Qur'an.
  • ‘Ilm amtsal al-Qur’an, yaitu ilmu yang menerangkan perumpamaan- perumpamaan al-Qur’an, yakni menerangkan ayat-ayat perumpamaan yang dikemukakan al-Qur’an dan menyerahkannya.
  • ‘Ilmu jidal al-Qur’an, yaitu ilmu yang menerangkan macam-macam diplomasi yang telah dihadapkan al-Qur’an kepada orang-orang musyrik dan orang- orang kafir.
  • ‘Ilmu   adab   tilawat   al-Qur’an,    yaitu    ilmu    yang    menerangkan    segala bentuk aturan yang harus dipakai dan dilaksanakan dalam membaca al- Qur’an.

Post a Comment for "Objek Kajian ‘Ulumul Al-Qur’an"