Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kepribadian dan Perkembangan : Temperamen dan Watak




Temperamen dan Watak


Temperamen merupakan kombinasi sifat sifat yang diwarisi dari orang tua kepada anaknya, tidak ada seorangpun yang tahu dimana letak temperamen tetapi tampaknya ia ada disuatu tempat dalam pikiran atau pusat emosi yakni sering dirujuk sebagai hati manusia. sehingga setiap manusia lebih sering menyadari ekspresinya daripada fungsinya.

Sedangkan tempramental sendiri menurut kamus besar bahasa indonesia adalah suatu kebiasaan atau sikap seseorang yang memiliki kecenderungan keras, mudah marah, mudah emosi dan tidak melihat situasi yang ada seringnya orang tersebut sensitif. Temperamental juga bisa disebut seseorang atau sesuatu yang rentan terhadap perubahan seketika dan dapat bereaksi secara liar. 
Orang yang memiliki perilaku temperamental merupakan sebuah kepribadian yang sama sekali berbeda dengan orang yang emosional atau pemarah. Meskipun secara sekilas dalam pandangan orang banyak ada hubungan yang menyatukan mereka, tetapi jika ditinjau dari realitasnya dan secara ilmu psikologi bukan seperti realitanya.

Pengelompokan manusia ke dalam beberapa tipe kepribadian merupakan suatu usaha yang sudah berlangsung lama, baik dengan usaha yang masih sederhana maupun usaha yang ilmiah. Dalam pendekatan ilmiah, walau para ahli menempuh cara pendekatan berbeda, namun sebenarnya mereka berangkat dari titik yang sama tapi dengan teknik berbeda.

Para ahli berangkat dari pandangan bahwa kepribadian manusia itu variasinya hampir tak terhingga banyaknya. Akan tetapi, untuk memahami manusia yang bermacam-macam itu dibutuhkan teknik tertentu. Para ahli yang berpangkal pada cara pendekatan tipologis beranggapan bahwa walaupun variasi kepribadian manusia tiada terhingga banyaknya, namun semuanya berlandaskan pada sejumlah kecil komponen dasar. Berdasarkan atas dominasi komponen-komponen dasar itulah dilakukan penggolongan manusia ke dalam tipe-tipe tertentu.

Watak adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi perilaku dan merupakan bawaan dari lahir. Watak sendiri bisa diubah dan dididik, sehingga watak dan kepribadian adalah sama dari segi pengertian tetapi dipandang beda jika kita hendak menilai seseorang, jika akan dinilai dari norma maka yang dipakai adalah watak namun jika ingin menggambarkan keadaan seseorang maka lihatlah kepribadian setiap harinya. 

Kepribadian, watak dan temperamen berkaitan satu sama lain. Ketiga-tiganya menyangkut diri seseorang. Kepribadian dan watak lebih dekat satu sama lain, bahkan sering disamakan. Kalau kita terutama bermaksud menggambarkan pribadi seseorang sebagaimana adanya, sifat dan pembawaannya yang khas, di situ kita bicara terutama mengenai kepribadiannya, yang punya keunikan tersendiri.

Dalam perjalanannya, kepribadian seseorang berhadapan dengan lingkungannya, yang turut membentuknya hingga mencapai taraf kematangan tertentu. Kalau kita melakukan penilaian atas pribadi seseorang, maka hal itu lebih mengarah pada dirinya yang sudah terbentuk, yang dia sendiri turut bertanggung jawab di dalamnya. Inilah yang terutama dimaksud dengan watak. Kata watak dipakai baik dalam arti normatif maupun dalam arti deskriptif. Dalam arti normatif kita berbicara terutama tentang watak; sedangkan dalam arti deskriptif, kita berbicara terutama tentang kepribadian. Berbicara tentang watak juga sekaligus bicara tentang kepribadian, bergantung mana yang kita tekankan, aspek normatifnya atau aspek deskriptifnya.

Temperamen lebih banyak ditentukan oleh struktur fisik-biologis seseorang, dan sifatnya tetap, oleh karenanya dapat dibuat perbedaan yang jelas dan bersifat tetap antara satu orang dengan yang lain. Temperamen merupakan bagian dari kepribadian, yang di dalamnya unsur bawaan lebih dominan. Namun berbicara mengenai temperamen juga berarti berbicara mengenai kepribadian, suatu kepribadian dengan temperamen tertentu. Tapi kalau bicara tentang perkembangan kepribadian, maka bukanlah terutama mengenai temperamennya, melainkan mengenai pribadi yang sudah mengalami proses pembentukan, berarti lebih dimaksudkan sebagai“watak.”.

Oleh karena itu kepribadian adalah keseluruhan diri kita, termasuk di dalamnya watak dan temperamen serta kebiasaan-kebiasaan lain yang ikut mempengaruhi pembawaan diri kita. Kepribadian bisa saja mencerminkan dengan baik temperamen atau watak kita, dan bisa juga berbeda dengan itu.

Kepribadian itu umumnya merupakan diri kita yang ingin kita perlihatkan kepada orang lain. Bisa saja suatu saat kita berusaha tampil dengan ramah,karena kita ingin orang memiliki kesan seperti itu kepada kita, tapi pada saat lain kita tampil dengan tegas, dan sebagainya, tergantung kita ingin mengesankan diri kita seperti apa kepada orang lain. Tentu saja ini tidak mencerminkan diri kita yang sesungguhnya, melainkan lebih sebagai topeng saja, suatu wajah yang ingin kita perlihatkan kepada orang lain. Namun bagi orang yang berkembang dengan baik dalam arti yang sesungguhnya, maka kepribadian yang dia ingin perlihatkan kepada orang tidak lain dari dirinya yang sesungguhnya.

Post a Comment for "Kepribadian dan Perkembangan : Temperamen dan Watak"