Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fungsi Mengetahui Ayat Gharibah


Pembahasan mengenai Al Qur'an memang bagai lautan yang tak bertepi, semakin jauh ia dikejar semakin luas pula jangkauannya.

Dari aspek manapun al-qur’an dikaji dan diteliti, ia tidak pernah habis atau basi, bahkan semakin kaya dan selalu aktual. Mungkin itulah salah satu mukjizat yang terpancar dari kitabullah sebagai bukti kebenaran risalah Allah yang dititipkan pada Rasul-Nya, yaitu al-Islam.

Aspek bacaan al-Qur’an atau qiro'ah dalam pengertian yang luas, bukan hanya sekedar melafalkan huruf Arab dengan lancar, akan tetapi juga merupakan salah satu aspek kajian yang paling jarang diperbincangkan, baik oleh kalangan santri maupun kaum terpelajar umumnya. 

Antusiasme para “santri” dalam mempelajari dan mencari dalil-dalil fiqh, baik dari al-Qur’an, hadis ataupun dari pendapat-pendapat ulama, ternyata tidak diikuti oleh semangat mentashihkan bacaan atau mencari jawaban tentang apa dan mengapa ada bacaan  saktah, mad, ghunnah yang sama-sama wajib (kifayah) dipelajari bagi kaum muslimin. 

Dari fenomena di atas perlu ditumbuhkan kembali semangat untuk mengkaji aspek   bacaan al-Qur’an yang masih “misteri” bagi kebanyakan orang sebagaimana semangatnya anak-anak kecil di tempat-tempat pendidikan al-Qur’an untuk bisa “membaca” dengan lancar.

Sebagai akibat dari kurangnya informasi yang memadai tentang bacaan al-Qur’an, bagi kebanyakan orang, ilmu qiraah (yang dipersempit dengan ilmu tajwid) dianggap hanya mempelajari makhraj dan sifat huruf, hukum nun atau mim mati dan tanwin, dan mad saja, lalu mereka membaca al-Qur’an apa adanya sebagaimana yang terdapat dalam tulisan mushaf atau rasm , padahal banyak kalimat yang cara bacanya tidak sama persis dengan tulisannya, seperti bacaan imalah, tashil, isymam dan lain sebagainya.

Banyak fungsi dengan mengetahui dan mempelajari ayat-ayat yang gharib antara lain sebagai berikut: 
Mengundang tumbuhnya penalaran ilmiah. Artinya, mempelajari ayat-ayat yang sulit dalam pemahamannya itu akan melahirkan berbagai upaya guna memahaminya.

Mengambil perhatian umat. Dengan diketahuinya ke-gharib-an ayat-ayat Alqur’an, maka terasa mendalam ketinggian bahasa yang dibawa oleh Al Qur'an.

Memperoleh keyakinan eksistensi Al Qur'an sebagai kalam ilahi. Dengan diketahui maksud yang terkandung dalam ayat-ayat gharibah, maka akan diperoleh suatu pemahaman yang mendalam dari ayat tersebut (Nasrudin, 2005: 270-271).

Post a Comment for "Fungsi Mengetahui Ayat Gharibah"